Drama Korea "Perfect Crown" Memicu Kontroversi Sejarah
Drama Korea yang sedang menjadi perbincangan, "Perfect Crown," kembali memicu kontroversi setelah episode 11-nya ditayangkan. Meskipun drama ini telah mencapai popularitas tinggi, isu sejarah yang muncul dalam adegan tertentu menimbulkan berbagai reaksi dari penonton dan sejarawan.
Kontroversi dalam Adegan Penobatan Pangeran Ian
Episode 11 dari "Perfect Crown" menggambarkan adegan penobatan Pangeran Ian (diperankan oleh Byeon Woo Seok) yang dianggap tidak sesuai dengan sejarah. Dalam adegan tersebut, raja mengenakan 'Guryu Myeollyugwan,' sebuah mahkota upacara yang biasanya digunakan oleh negara-negara bawahan di era Joseon. Selain itu, para pengikutnya menggunakan frasa "Cheonse" alih-alih "Manse," yang secara historis digunakan oleh negara-negara bawahan terhadap seorang kaisar.
Kedua hal ini dinilai tidak pantas karena drama ini menggambarkan Korea Selatan sebagai negara merdeka yang masih menganut monarki konstitusional abad ke-21. Penggunaan "Cheonse" oleh monarki konstitusional dianggap tidak sesuai dengan norma sejarah.

Kritik Terhadap Mahkota Upacara Raja
Selain itu, ada juga kritik terhadap desain mahkota upacara raja dalam drama ini. Menurut sejarawan, mahkota yang digunakan memiliki sembilan untaian manik-manik, bukan desain 12 untaian yang biasanya diasosiasikan dengan penguasa berdaulat. Hal ini menunjukkan ketidakakuratan dalam representasi sejarah.
Adegan lain yang memicu perdebatan adalah saat ratu berlutut di hadapan pangeran agung dan meminta maaf. Interaksi ini dinilai tidak sesuai dengan hierarki kerajaan historis, meskipun drama ini berlatar di dunia fiksi yang menggambarkan Korea versi monarki konstitusional abad ke-21.
Tanggapan Tim Produksi
Atas meningkatnya kritik, tim produksi "Perfect Crown" menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui bahwa mereka gagal meneliti dengan cermat bagaimana etiket era Joseon berubah sepanjang sejarah. Mereka juga berjanji untuk merevisi audio dan subtitle dalam siaran ulang, VOD, dan layanan OTT di masa mendatang.
Beberapa sejarawan Korea sebelumnya telah memberikan pendapat mereka tentang kontroversi ini. Mereka berpendapat bahwa beberapa elemen, termasuk penggambaran perwalian kerajaan dan adegan yang melibatkan upacara ulang tahun raja, bertentangan dengan adat istiadat era Joseon.
Popularitas yang Tetap Tinggi
Meskipun ada reaksi negatif, popularitas "Perfect Crown" tidak berkurang. Drama ini mulai debutnya dengan rating 7,8 persen, kemudian terus meningkat sepanjang penayangannya. Pada Episode 4, ratingnya melampaui 11,1 persen, dan pada Episode 10 mencapai 13,3 persen.
Episode 11, yang ditayangkan sehari sebelum episode akhir, mencapai rating penonton tertinggi sepanjang sejarah serial ini sebesar 13,5 persen. Drama ini juga menduduki peringkat ke-3 secara global dalam Top 10 TV Shows Disney+ dan peringkat ke-1 di antara judul-judul non-Inggris. Selain itu, popularitas drama TV-OTT yang dirilis oleh FUNdex milik Good Data Corporation tetap berada di peringkat ke-1 sejak penayangan pertama.