Jangan lalaikan ventilasi, jadi penyebab ISPA pada anak

Tanda-Tanda Rumah yang Lembap dan Minim Ventilasi

Coba perhatikan dinding atau plafon rumah. Apakah ada noda lembap, cat mengelupas, atau wallpaper yang mulai mengelembung?
Tanda seperti ini disebutkan oleh dr. Citra sebagai tanda awal kelembapan berlebih yang bisa berbahaya bagi saluran napas anak.
Selain itu, periksa juga area sekitar jendela, kamar mandi, atau ventilasi. Jika menemukan bercak hitam atau hijau di sealant, nat keramik, atau lubang ventilasi, itu menandakan jamur mulai tumbuh.
Jamur inilah yang sering menjadi pencetus ISPA pada anak di rumah. Selain itu, bau apek seperti tanah juga bisa jadi tanda lainnya.
dr. Citra menekankan bahwa jika tanda-tanda ini muncul, artinya rumah sedang dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara dan perlu segera diperbaiki.

Sumber Kelembapan Tak Hanya dari Dalam Rumah

Banyak orangtua tidak menyadari bahwa penyebab rumah lembap juga sering datang dari luar. Jadi, bukan hanya dari dalam rumah karena ventilasi yang buruk saja.
Penyebab lain misalnya, keran selang yang bocor dan membuat tanah di sekitar rumah selalu basah. Karena hal ini, air merembes ke dinding dan meningkatkan kelembapan ruangan.
Selain itu, posisi talang air yang mengalirkan air dekat fondasi rumah atau permukaan tanah yang miring ke arah rumah juga jadi masalah.
Jika turun hujan dan air hujan tak jauh dari rumah, ini bisa menggenang di sekitar rumah dan membuat dinding jadi lembap.
Begitu pula dengan tanaman yang kita tanam di rumah, kalau terlalu rapat atau menempel ke dinding pun bisa memerangkap uap air.
dr. Citra mengingatkan bahwa tanpa disadari, kondisi luar seperti ini berkontribusi besar pada kualitas udara di dalam rumah tempat anak menghirup napas setiap hari.

Jenis Jendela yang Baik untuk Ventilasi Rumah

Lebih lanjut, dr. Citra menjelaskan jendela seperti apa yang bisa dipertimbangkan untuk ventilasi rumah agar lebih baik.
Jika rumah memang minim sirkulasi, Mama bisa mempertimbangkan ulang pilihan jendela. Salah satunya adalah jendela engsel atas dan engsel samping yang mampu mengatur aliran udara sekaligus melindungi dari hujan.
Pilihan lainnya adalah jendela geser samping, tapi perlu diperhatikan seberapa lebar bukaannya. Semakin lebar celah udara masuk, semakin baik sirkulasi untuk menekan kelembapan berlebih.
Yang terpenting, pastikan jendela tersebut bisa dibuka rutin setiap pagi dan sore untuk menjaga kelembapan di rumah. Jendela yang ada tapi tak pernah dibuka sama saja dengan tidak memiliki ventilasi.
Jadi, jangan tunggu anak batuk-pilek untuk mulai membenahi sirkulasi udara rumah. Mulailah dengan memeriksakan ventilasi di rumah ya, Ma.

Tips Pencegahan ISPA pada Anak

Beberapa cara efektif untuk mencegah ISPA pada anak antara lain:
Memastikan ventilasi rumah cukup baik agar udara segar bisa masuk dan kelembapan bisa dikurangi.
Menjaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk membersihkan area yang rentan jamur.
Menghindari penggunaan AC secara berlebihan, terutama jika ruangan tertutup rapat.
Memastikan anak tetap hidup sehat dengan pola makan bergizi dan cukup istirahat.
* Mengajak anak beraktivitas di luar ruangan agar sistem imunnya tetap kuat.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, orangtua dapat membantu mencegah penyebaran ISPA pada anak-anak.


أحدث أقدم