Pria Pengangguran Bunuh Pacar: Ibu Diserang Lalu Coba Akhiri Hidup

Pria Pengangguran Bunuh Pacar: Ibu Diserang Lalu Coba Akhiri Hidup

Kekasih Membunuh Pasangan dengan Cara Mencekik

Seorang pria pengangguran berinisial OI (28) diduga membunuh kekasihnya, DI (27), di Pandeglang, Banten. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (9/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di rumah pelaku yang berada di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya. Pelaku disebut menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik setelah merasa sakit hati karena ucapan korban yang menyinggung kondisi kesehatan ibunya.

Motif Pembunuhan dan Peristiwa Terjadi

Menurut pengakuan pelaku, konflik bermula dari ucapan korban yang dianggap menyakitkan. Korban menyinggung bahwa pelaku lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan menyebutnya tidak berguna. Dari informasi yang diperoleh, hubungan asmara antara pelaku dan korban telah berlangsung selama delapan tahun. Selama masa pacaran tersebut, korban sering berkunjung ke kediaman pelaku, bahkan pernah tinggal bersama di Jakarta selama empat tahun.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku tidak langsung melarikan diri. Ia justru tetap berada di rumah dan sempat tidur di kamar yang sama dengan jasad korban. Tak hanya itu, pelaku juga mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum obat-obatan milik ibunya, seperti obat sakit gigi, lambung, hingga paracetamol. Namun, upaya tersebut gagal.

Pengakuan Pelaku dan Tindakan Polisi

Di hadapan petugas, OI mengungkapkan bahwa dirinya membunuh korban dengan cara mencekik menggunakan tangan kosong di dalam kamar. “Dicekik di kamar, pakai tangan sendiri, dalam kondisi sadar,” ujar OI. Pelaku mengaku tidak menyangka perbuatannya akan berujung pada kematian sang kekasih. Namun, emosi yang memuncak membuatnya kehilangan kendali.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, mengatakan pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati atas ucapan korban yang menyinggung kondisi kesehatan ibu pelaku. Selain itu, polisi juga mendalami dugaan adanya persoalan asmara yang dipicu kecemburuan atau dugaan perselingkuhan.

Proses Penyelidikan dan Penahanan

Dari hasil pemeriksaan, pelaku menghabisi korban dengan cara mencekik sekaligus menutup saluran pernapasan korban. Polisi memperkirakan aksi pembunuhan tersebut terjadi antara pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB. Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Banjar pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB. “Pelaku datang menyerahkan diri ke Polsek Banjar dan mengakui perbuatannya,” ujar Alfian.

Polisi juga mengungkap bahwa pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih delapan tahun. Usai kejadian, pelaku disebut sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum obat-obatan milik ibunya. Namun upaya tersebut gagal. Saat ini, pelaku telah diamankan dan dijerat Pasal 458 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kondisi Keluarga Pelaku

OI merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia. Saat ini, ia tinggal bersama ibu dan adiknya, di mana sang ibu tengah menderita penyakit paru-paru. Hal ini membuat pelaku merasa tertekan dan memicu emosinya saat korban menyentuh kondisi kesehatan ibunya.

Komentar Warga dan Keluarga

Salah seorang warga yang tidak jauh dari kediaman rumah terduga pelaku, Siska, mengaku bahwa baru mengetahui informasi pembunuhan setelah melihat kedatangan polisi ke rumah OI pada pagi hari. Ia mengungkapkan, korban sering menginap di kediaman rumah terduga pelaku meskipun belum ada ikatan pernikahan. Bahkan, ibu pelaku yang ada di rumah juga mengaku tidak mengetahui terkait peristiwa tersebut.

Paman pelaku, Mardi, menuturkan bahwa pelaku telah menjalin hubungan asmara dengan DI sejak masa sekolah SMA. Menurutnya, adanya peristiwa tersebut kemungkinan pelaku diduga merasa tersinggung atas apa yang disampaikan korban. Di mana pelaku tidak memiliki pekerjaan alias menganggur.

Hasil Olah TKP dan Barang Bukti

Kaur Bantuan Teknis Indentifikasi Satreskrim Polres Pandeglang, Bripka Bayu Kurniawan, menyebut OI diduga mencekik DI. Saat ini, pelaku sudah diamankan oleh Polres Pandeglang. “Hasil olah TKP sementara, ditubuh korban seperti buih kecil, kemungkinan korban dicekik,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, korban dibunuh diperkirakan pada pukul 19.00 hingga 20.00 WIB. “Lebih dari 12 jam lah untuk korban ini. Korban kalau liat di KTP dari Kecamatan Saketi,” katanya. Ia menyebut ada beberapa barang bukti yang ditemukan pada saat olah TKP, namun hal itu tidak bisa dibeberkan sekarang ini. “Ditemukan beberapa barang milik korban, diduga kemungkinan ada sangkut paut dengan kejadian,” katanya.

Terkait motif pembunuhan pihak kepolisian masih mendalami. “Untuk hubungannya dan motif lainya, masih didalami,” katanya. Korban sekarang ini dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk dilakukan visum luar maupun visum dalam. “Jenazah dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang,” katanya.


أحدث أقدم