The Exorcism Of Emily Rose







Film ini diangkat dari kisah nyata tentang ritual pengusiran setan yang dilakukan Pendeta Moore atas seorang gadis muda bernama Emily Rose yang berujung pada kematian. Pendeta ini dituntut sudah melakukan tindakan kriminal, atas kelalaian nya, seorang gadis muda meninggal. Erin adalah seorang pengacara pembela yang ditunjuk untuk membebaskan pendeta Moore. Dia mencari tahu lebih banyak tentang kehidupan Emily Rose dan Pendeta Moore untuk bisa membentuk kasusnya.





Dia menemui Jason, pacar Emily, yang bersaksi bagaimana Emily mengalami banyak hal aneh semasa hidupnya. Suatu haro, ia melihat Emily berlari di tengah hujan deras menuju ke sebuah gereja. Di dalam dia bertemu dengan dua wanita yang sedang berdoa, Emily melihat wajah mereka berubah menjadi seperti setan. Ketika Jason berhasil menyusulnya, dia melihat tubuh Emely tertekuk ke arah yang salah dan matanya merah. "Jangan sentuh aku", katanya. Tiba-tiba Emily terjatuh dan menangis sambil memohon agar Jason tidak meninggalkannya.





Erin mendengar cerita Jason dan mulai mengalami hal-hal yang aneh. Dia merasa takut. Pada malam hari, dia bangun dari tempat tidurnya karena tidak bisa tidur. Dia berjalan ke dapur dan menyalakan lampu, tapi lampu tidak menyala dan jam dinding di dapur ya pun tampaknya terhenti. Tiba-tiba pintu apartemen nya terbuka tapi tak ada siapa-siapa disana. Dengan ketakutan segera ditutupnya kembali dan dikunci.





Lalu ada adegan Pendeta Moore yang sedang tidur, di dalam penjara. Dia terbangun ketika mendengar ada suara yang menghitung dari angka 1-6. Dia mendekat ke jeruji selnya dan melihat bayangan. Refleks dia langsung berdoa agar dilindungi dari kekuatan jahat, bayangan itu pun menghilang.





Erin terlambat datang ke pengadilan di pagi harinya. Pengadilan ini membahas tentang penyebab logis dan medis atas meninggalnya Emily, dengan Pendeta Moore sebagai terdakwa penyebab kematiannya, Erin adalah pengaca pembelanya. Penuntut mengatakan kalau kematian Emily murni karena kesalahan pendeta Moore yang tidak mencari bantuan media, bukan karena adanya hal-hal magis. Erin meminta maaf pada Pendeta Moore karena datang terlambat, ia mengatakan kalau kegelapan sedang berusaha menyerang Erin dan dia harus berhati-hati.





Sebagai pidato pembukaannya, Erin menggunakan isu "kerasukan setan" sebagai penyebab kematian Emily dan "pengusiran setan" yang dilakukan oleh pendeta Moore adalah cara untuk menyelamatkannya. Dan ketika Emily tewas dalam proses pengusiran setan itu, murni karena resiko dan bukan kesengajaan.





Erin meminta Jason dijadikan sebagai saksi. Jason menceritakan ketika dia mengantar Emily yang gelisah pulang ke apartemen ya. Ketika dia terbangun, dilihatnya Emily tergeletak di lantai dengan posisi tubuh tertekuk ke belakang dan matanya terbelalak. Dia membawa Emily pulang ke rumah orang tuanya. Ayah Emily dan Jason memindahkannya ke tempat tidur dan memanggil pendeta Moore. Alice, adik Emily, naik ke kamar Emily untuk memberitahunya kalau pendeta Moore sudah datang. Alice menjerit melihat Emily mencakar-cakar dinding sambil memakan kecoa di lantai. Mendengar jeritan itu, ayahnya dan pendeta Moore datang menenangkannya. Tiba-tiba Emily bicara dalam bahasa Latin. Iblis itu mengatakan kalau dialah yang tinggal di dalam tubuh Emily dan pendeta Moore tidak akan pernah bisa mengusirnya. Iblis itu tidak takut padanya, bahkan dengan santainya bermain piano.





Penuntut hukum berusaha mencari tahu apakah ayah Emily bisa membedakan orang sakit jiwa dengan yang kerasukan setan dan ia bertahan kalau anaknya memang kerasukan setan, bukan gila. Erin memanggil doktor Adani sebagai saksi. Doktor ini mengkhususkan diri dalam penyelidikan kekuatan magis dan dunia gaib yang bisa menguasai manusia, seperti Emily. Doktor Adani mengatakan kalau proses pengusiran setan pada Emily gagal karena dokter memberikan obat Gambrutol padanya sehingga Emily tetap berada dalam kondisi kerasukan.





Erin kemudian mengetahui kalau ada dokter yang terlibat ketika proses pengusiran setan Emily dilakukan, yaitu dokter Cartwright. Pendeta Moore merahasikan keterlibatan dokter ini atas permintaan dokter tersebut, sampai akhirnya keterlibatan nya ditemukan. Erin menemui dokter Cartwright untuk menanyakan pendapatnya tentang proses pengusiran setan itu. Dokter itu mengatakan dengan jelas kalau memang ada kekuatan gaib yang terlibat dalam proses itu. Ketika Erin memintanya untuk bersaksi, dokter Cartwright mengatakan bersedia. Dia juga menyerahkan tep rekorder berisi rekaman pengusiran setan kepada Erin, katanya itu dikirim oleh pendeta Moore kepadanya.





Pendeta Moore menanyakan apakah Erin pernah mengalami hal-hal yang aneh dalam beberapa hari belakangan. Erin menceritakan kalau ia tanpa sengaja menemukan sebuah liontin emas dengan inisial namanya di tengah jalan, dianggapnya itu cukup aneh. Pendeta Moore meminta agar dia diizinkan duduk di kursi saksi, tapi Keuskupun Agung sudah mengatakan kepada Erin kalau pendeta Moore tidak boleh bersaksi tentang pengusiran setan yang dilakukannya di depan pengadilan karena akan membawa aib pada gereja. Bahwa Erin harus bisa membebaskan pendeta Moore dari hukuman, tanpa harus  mengizinkan dia bersaksi di pengadilan. Tapi sesudah dibujuk, Erin akhirnya bersedia.





Sebagai saksi, pendeta Moore menceritakan tentang pengalaman dan usahanya mendalami ritual pengusiran setan. Dia mempelajari doa-doa khusus dari buku-buku dan naskah kuno yang membahas tentang hal itu. Suatu hari dia terbangun pukul 3 pagi karena mencium sesuatu yang terbakar tapi suasananya sangat dingin. Ketika dia berjalan ke dalam gereja, dia melihat mozaik di jendela gereja seperti membara dan meneteskan darah. Dengan ketakutan, dia berlari keluar dari gereja dan kemudian melihat sosok gelap bertudung yang berdiri di balik jendela gereja.





Pendeta Moore menjelaskan kalau proses pengusiran setan Emily dilakukan secara terekam dan Erin membawanya ke ruang sidang untuk dijadikan barang bukti. Dan kaset itu pun diputar di ruang sidang. Ketika ritual akan dimulai, pendeta Moore mengatakan agar setiap orang tidak bertanya atau mendengar apapun yang dikatakan Emily selama proses berlangsung dan membiarkannya bekerja. Emily lalu diikat di tempat tidur dan pendeta Moore membacakan doa-doa untuknya.





Emily yang mulai kerasukan, melapaskan ikatannya dengan mudah dan menampar ayahnya yang berdiri di sampingnya. Pendeta Moore memaksa iblis itu memberitahukan namanya tapi dia menolak. Iblis itu hanya sibuk menghitung dari 1 sampai 6, lalu mengirim seekor kucing untuk menyerangnya. Begitu perhatian semua orang tertuju pada pendeta Moore, Emily melepaskan tali nya dan meloncat lewat jendela, berusaha melarikan diri. Mereka semua mengejar Emily keluar dan berhasil menangkapnya sebelum dia melarikan diri. Proses pengusiran setan kemudian dilanjutkan di halaman. Pendeta Moore berhasil memaksa iblis itu menyebutkan namanya. Dia adalah iblis yang merasuki Kain, Kaisar Nero di Roma, Judas Iskariot, Legion dan juga ada Lucifer. Jadi ada total enam iblis di dalam tubuhnya. Karena itulah dia selalu terdengar seperti menghitung dari 1-6. Karena itunjugalah ritual pengusiran iblis ini sulit untuk dilakukan, karena iblis yang berdiam di dalam tubuh Emily ada banyak dan sangat kuat. Iblis-iblis ini ini kemudian membuat kuda-kuda di istal menyerang ayah Emily hingga ritual itu terpaksa berhenti. Ketika Pendeta Moore meminta Izin Emily untuk kembali melanjutkan ritual itu keesokan harinya, tapi Emily menolak.





Jaksa penuntut berusaha membantah bukti kaset itu dengan mengatakan kalau Emily bisa saja membuat-buat ucapan dalam berbagai bahasa kuno yang dipakainya di dalam rekaman itu. Karena Emily juga mempelajari bahasa Latin, Ibrani bahkan bahasa Aramic. Dia berhasil memojokkan pendeta Moore tentang ritualnya itu. Saksi selanjutnya adalah dokter Cartwright, tapi tampaknya dia tidak datang hari itu. Hakim bersedia memundurkan waktu pengadilan sementara dan memberi waktu pada Erin untuk mencari dokter Cartwright. Dia berhasil menemukannya dan bertanya kenapa dia tidak jadi datang untuk bersaksi di pengadilan. Sepertinya dokter Cartwright berubah pikiran dan membatalkan niatnya untuk bersaksi di pengadilan karena ketakutan. Tepat ketika mereka berbicara sebuah mobil tiba-tiba muncul dan menabrak dokter Cartwright dari belakang hingga tewas.





Sementara itu, Erin mendapat teguran keras dari atasannya karena mengizinkan pendeta Moore bersaksi di pengadilan. Berita tentang kesaksian pendeta Moore tentang pengusiran setan itu menjadi headline di surat kabar dan membuat marah pihak Keuskupan Agung. Atasannya menyuruh Erin mundur dan kasus itu dan kalau dia pernah menjadikan pendeta itu sebagai saksi lagi, dia akan dipecat. Erin menemui pendeta Moore di penjara dan mengatakan kalau mereka sudah kalah. Pendeta Moore menyuruhnya bertahan dan menyerahkan sebuah surat untuk dibacanya. Dia mengatakan kalau semua hal buruk ini tidak akan berhenti sampai kesaksian tentang apa pengusiran setan Emily diberitakan secara tuntas. Erin akhirnya memanggil pendeta Moore kembali menjadi saksi, dan itu membuat marah atasannya yang juga hadir di ruang sidang. Atasannya langsung pergi meninggalkan tempat itu.





Kali itu, pendeta Moore membacakan tentang surat Emily, yang sudah dibaca Erin sebelumnya. Surat itu berisi tentang pengalaman Emily bertemu dengan Maria. Emily menanyakan kenapa iblis itu tidak mau keluar dari tubuhnya, Maria menawarkan kalau Emily mau ikut dengannya dan meninggalkan raganya yang sudah dirasuki, bebas dari penderitaan. Tapi dia juga bisa tetap bertahan ditubuhnya dan berjuang mengusir setan itu. Emily memilih untuk tinggal. Di suratnya dia menulis:





"Banyak yang bilang kalau Tuhan sudah mati. Tapi aku ingin menyadarkan mereka kalau itu tidak benar dengan menunjukkan setan yang ada dalam diriku. Tuhan masih ada dan Dia akan mengalahkan setan itu."





Secara pribadi, pendeta Moore menganggap yang terjadi pada Emily adalah STIGMATA dan dengan sadar menyerahkan dirinya untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Ditemukan juga luka-luka pada tubuh Emily seperti luka pada tubuh Kristus, di tangan dan kakinya. Untuk menunjukkan kalau dunia gaib dan magis itu memang ada.





Pada pidato penutupan sidangnya, Erin mengatakan pendapatnya tentang keberadaan entitas yang lebih tinggi dari manusia. Keberadaan tentang malaikat dan iblis. Bahwa pendeta Moore sebenarnya sedang menolong Emily, bukan membunuhnya karena kelalaian. Pada akhirnya, juri memutuskan kalau pendeta Moore BERSALAH. Tapi juri merekomendasikan kalau pelaksanaan hukuman nya adalah hanya selama persidangan berlangsung saja. Dan karena persidangan sudah berakhir, maka hukuman penjaranya juga sudah berakhir dan pendeta Moore bebas.





Sesudah kejadian ini, Erin dianggap meraih kesuksesan besar. Dan atasannya yang sebelumnya sudah memecatnya datang kembali untuk meminta maaf dan mengajaknya bergabung lagi, tapi Erin menolak. Pendeta Moore terusir dari paroki nya dan harus mencari tempat lain, dia memilih untuk mengasingkan diri. Sementara Erin memutuskan tetap keluar dari kantornya dan pulang ke rumah untuk beristirahat, dia sangat lelah. 





(2005)







Lebih baru Lebih lama