Cara Karina Ranau Hidup Tanpa Epy Kusnandar

Cara Karina Ranau Hidup Tanpa Epy Kusnandar

Kehidupan Karina Ranau Pasca Kehilangan Epy Kusnandar

Setelah kepergian Epy Kusnandar, Karina Ranau berusaha untuk tetap tegar dan menghadapi kenyataan hidup dengan penuh semangat. Ia kini fokus menjalankan warung makan yang merupakan peninggalan dari sang suami, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meskipun sedih dan masih sering teringat akan momen kebersamaan dengan Epy, ia berusaha untuk menata kembali kehidupannya.

Karina mengungkapkan bahwa ia belum terpikir untuk menikah lagi setelah ditinggal oleh suaminya. Justru, ia ingin membuktikan dirinya mampu mengelola usaha yang telah diwariskan oleh Epy. Menurutnya, sejak kepergian Epy pada 3 Desember 2025 akibat penyakit penyumbatan pembuluh darah di otak, tidak ada lagi yang menghidupi keluarganya. Oleh karena itu, ia harus terus menjalankan warung makan tersebut.

"Saya nggak mau kemana-mana, saya ke warung aja, saya mau kerja apa gitu," ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (15/5/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin menjadi perempuan yang lemah atau mengemis. "Ya saya harus jadi perempuan ang kuat dan saya enggak mau mengemis," tambahnya.

Karina mengaku bahwa ia belum terpikirkan untuk menikah lagi. Justru, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi perempuan mandiri dengan mengurus dan menjalankan bisnis peninggalan sang aktor. "Mungkin orang bilang aku masih cantik masih muda bisa menikah dengan orang yang kaya atau bisa jadi ini, itu saya nggak mau," katanya.

Ia ingin menjadi perempuan yang hebat seperti yang selalu diingatkan oleh Epy. "Saya pengin buktiin itu dengan kesendirian saya, saya bisa memimpin karyawan saya yang ada 25 orang itu kan," ujarnya.

Melaporkan Netizen Penghina Epy Kusnandar

Pasca kepergian Epy Kusnandar, komentar pedas dan hinaan terhadap keluarga masih saja terjadi di media sosial. Beberapa hari lalu, Karina resmi melaporkan salah satu netizen ke jalur hukum. Hal ini dilakukan setelah ia merasa hinaan yang ditujukan kepada mendiang suaminya sudah melebihi batas.

Tanpa didampingi kuasa hukum, Karina langsung menuju Polres Metro Jakarta Selatan bersama sang anak untuk membuat laporan resmi pada Selasa (12/5/2026). Ia berharap langkah hukum ini bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang merasa bebas menghina keluarga korban yang tengah berduka.

“Saya pengen kasih pelajaran untuk manusia biadab ini," tegas Karina.

"Kalau tidak menghubungi saya, saya akan teruskan. Saya tidak mau pusing, saya pengen dia masuk penjara,” sambungnya.

Untuk saat ini, Karina memilih menunggu itikad baik dari pemilik akun tersebut. Namun jika tidak ada permintaan maaf dalam waktu yang ditentukan, ia memastikan proses hukum akan tetap berjalan.

Kesedihan Akibat Komentar Keji

Karina mengungkapkan bahwa keputusan melapor ke polisi diambil setelah dirinya membaca komentar keji saat mengunggah video ulang tahun putranya, Quentin Stanislavski. Video tersebut berisi kenangan bersama Epy Kusnandar yang sudah meninggal dunia pada Desember 2025 lalu.

“Tiba-tiba dikomen ‘Mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati’. Itu sangat menyakitkan," ungkap Karina.

Orang yang dihina ini sudah tidak ada (meninggal). Itu sangat mengganggu jiwa dan mental kami,” terusnya.

Kesedihan Karina terasa lantaran unggahan tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari uang, melainkan hanya untuk sekedar mengabadikan momen. “Ini adalah cara treatment untuk diri saya agar kuat. Saya tidak ada channel YouTube, tidak menghasilkan uang dari sana," katanya.


Lebih baru Lebih lama