Tempat memancing terbaik di laut Semarang, pilih ikan sesuai keinginanmu

Tempat memancing terbaik di laut Semarang, pilih ikan sesuai keinginanmu

Semarang, Kota yang Menawarkan Pengalaman Memancing yang Beragam

Kota Semarang tidak hanya dikenal dengan berbagai destinasi wisata dan kuliner yang menarik. Di samping itu, kawasan pesisir Semarang juga menjadi tempat favorit bagi para penghobi memancing. Banyak spot menarik yang bisa dijelajahi, dengan karakteristik ikan yang berbeda-beda.

Fajar Alfian Permana Putra (31), seorang penghobi memancing asal Ungaran, Kabupaten Semarang, mengungkapkan bahwa ada banyak lokasi yang bisa dipilih oleh para pemancing. Mulai dari area pantai, pelabuhan, hingga kawasan tambak, semuanya menawarkan pengalaman unik.

“Spot mancing di Semarang itu banyak banget. Tinggal pilih mau target ikan apa,” ujar Fajar. Ia menyebut beberapa lokasi populer seperti Tugu, Pantai Tirang, Pantai Maron, Pantai Marina, area pelabuhan, dan Kampung Bahari Tambaklorok. Setiap lokasi memiliki kondisi air, arus, serta jenis ikan yang berbeda.

Beragam Jenis Ikan yang Ditemukan di Spot Memancing Semarang

Menurut Fajar, keberagaman jenis ikan menjadi daya tarik utama. Beberapa ikan yang sering ditemukan antara lain kerapu, barracuda, talang-talangan, sembilang, layur, tenggiri, giant trevally (GT), diamond trevally, dan kakap putih. Ketika berhasil menangkap ikan besar seperti GT atau tenggiri, rasanya sangat memuaskan.

“Pas ikan naik ke atas itu rasanya puas banget. Apalagi kalau lawannya kuat. Kadang tangan sampai pegal tapi malah bikin nagih,” katanya.

Selain hasil tangkapan, aktivitas memancing juga menawarkan pengalaman sosial antar pemancing. Fajar mengaku banyak belajar teknik memancing dari rekan-rekan kerjanya yang lebih senior. Meski tidak bergabung dengan komunitas, suasana di kalangan pemancing di Semarang cukup terbuka dan saling berbagi pengalaman.

Perjalanan ke Titik Memancing di Laut

Untuk memancing di tengah laut, Fajar dan teman-temannya biasanya berangkat dari pesisir Semarang menggunakan perahu kecil. Waktu perjalanan sekitar dua jam menuju titik memancing di kedalaman 50 hingga 60 meter. Dalam sekali perjalanan, jumlah pemancing bisa mencapai empat hingga delapan orang.

Perjalanan menuju spot juga menjadi bagian dari keseruan memancing. “Kadang belum dapat ikan saja sudah senang duluan karena suasananya,” ujarnya. Saat sampai di tengah laut, suasana terasa sangat berbeda, terutama saat matahari baru muncul atau suasana masih gelap.

Teknik Casting yang Disukai

Fajar lebih menyukai teknik casting menggunakan joran ultra light (UL) karena sensasi tarikan ikan terasa lebih kuat. Baginya, memancing bukan hanya tentang membawa pulang ikan, tetapi juga menjadi hiburan untuk menghilangkan penat dari rutinitas pekerjaan.

“Kalau habis mancing itu pikiran lebih fresh,” jelasnya.

Hobi Masa Kecil yang Mengubah Hidup

Jauh sebelum mengenal dunia kerja, Fajar sudah mengenal kesabaran melalui kail dan umpan di sungai dekat rumahnya. Saat SD, ia sering memancing bersama teman-teman di sungai dekat rumah. Hasilnya dimasak dan dimakan bersama.

Di usia SMP, petualangan memancingnya mulai berkembang. Ia ikut tetangga memancing di rawa dan diajak saudara berburu ikan bandeng di kawasan tambak Semarang. Dari situ, ia mulai memahami bahwa memancing bukan hanya soal mendapatkan ikan, tetapi juga tentang proses menikmati waktu dan menunggu dengan sabar.

Hobi ini sempat terabaikan ketika ia fokus pada sepak bola. Fajar pernah aktif di klub PSIS Semarang hingga musim 2018. Setelah tidak lagi aktif di sepak bola, ia fokus pada pekerjaannya.

Namun, kerinduan pada suasana memancing tidak pernah benar-benar hilang. Setelah beberapa tahun, ia kembali aktif dengan hobi lamanya. Awalnya hanya iseng memancing di pinggir Pantai Marina, tetapi tanpa disadari, rasa candu itu muncul kembali.


Lebih baru Lebih lama